Halaman

Friday, August 20, 2010

Kerinduanmu Padaku Adalah Utusanku Bagimu

Pada suatu saat, seorang sufi tengah asyik dalam doa-doanya. Syaitan datang menghampirinya dan berkata, "Sampai bila kau akan terus seperti ini, memanggil-manggil Tuhan. Diamlah kau, Tuhan takkan pernah menjawabmu!"
Sufi itu menjadi teramat sedih dan termenung diam. Ia tak meneruskan doanya.
Di malam harinya, Nabi Khidhir hadir dalam mimpinya dan bertanya, "Mengapa engkau berhenti menyeru Tuhanmu?"
"Karena jawaban dari-Nya tak juga kuterima," berkata sufi itu.
Khidhir menjawab, "Tuhan sendiri yang menyuruhku untuk datang padamu. Dia berkata: Bukankah Aku yang memerintahkanmu untuk berdoa? Bukankah Aku yang menyibukkanmu dengan nama-Ku? Rintihanmu memanggil nama-Ku; Allah, Allah! adalah jawaban-Ku untukmu.
"Kerinduanmu pada-Ku adalah utusan-Ku bagimu. Akulah sumber dari semua air mata dan rintihanmu. Akulah yang memberi sayap bagi iringan munajatmu."

No comments:

Post a Comment